Cerita ini real dan kejadian ini sesungguhnya menyangkut kepada 2 orang teman baik gue. Untuk melindungi privacy teman2 gue, nama2 mereka gue ganti supaya identitas mereka tidak ketahuan disini.
Pada tanggal 16 November, temen gue Agus cerita kalau dia sudah mendapat pekerjaan di salah satu perusahaan no. 2 superannuation terbesar di Australia dan perusahaan ini sedang mencari tambahan pekerja di perusahaan ABC dimana divisi baru ini akan beroperasi dalam waktu dekat. Ternyata temen gue Agus sudah menghubungi salah seorang sahabat gue bernama Donny untuk di-interview di perusahaan ini melalui Agus.
Rencana interview diadakan besok malamnya tgl 17 November, jam 7 malam di rumah boss si Agus di daerah South Melbourne.
Sesudah interview, kedua temen gue ini datang ke rumah gue karena Donny berencana untuk meminjam uang untuk proses mendapatkan pekerjaan melalui boss ini (kita sebut saja dia Rico).
Gue bingung dong, loh kok mau kerja di suruh bayar uang $2000 untuk training? Bukannya perusahaan yg harus bayar? Gue curiga banget, langsung deh gue minta copy surat penawaran kerja dari si Rico untuk temen gue Donny.
Banyak banget kecurigaan2 gue dari surat penawaran kerja itu, seperti:
1. Tidak adanya alamat perusahaan yang jelas
2. Penerimaan pekerjaan itu berkondisi bahwa calon pegawai harus lulus ujian superannuation yang dilaksanakan oleh Rico atas autorisasi perusahaan.
3. Kalau gagal di dalam ujian yang diadakan oleh Rico, uang pembayaran kurus tidak ada penjelasan.
4. Untuk mendapatkan pekerjaan ini, para calon tidak di haruskan memiliki qualifikasi superannuation.
Gue asli bingung banget dong, kok gampang sekali dapat pekerjaan seperti ini tanpa keahlian khusus dan pengalaman kerja?
Temen gue Donny masih 50/50 percaya dan tidak, dan sangkin senangnya sudah hampir mau membatalkan tiket holiday ke Indonesia yg sudah di bayar. Gue bilang ke Donny, hold dulu deh semua, kita selidiki saja si Rico ini, siapa tahu ini semua penipuan.
Besok paginya gue telp Agus untuk menanyakan bener nga sih pekerjaan ini, karena kok sepertinya aneh banget. Interview nya gampang banget, hanya 1 kali pertemuan langsung dapat, dikasih surat kontrak dengan gaji lumayan, tapi kok di suruh bayar $2000 segala? Temen gue Agus bilang semuanya sudah dia investigate dan dia sudah cari tahu mengenai Rico karena mereka sudah saling kenal selama 8 tahun di pekerjaan mereka yang dulu. Gue sih rada2 tenang tapi masih belum puas juga dengan jawaban Agus.
Teman gue Agus ini ternyata juga sudah ditawarkan pekerjaan melalui Rico sebagai Team senior. Jujur aja gue happy Agus dapat pekerjaan ini, tapi tetap saja question mark gue besar banget, tanpa underestimating Agus nih, bagaimana bisa lo bisa kerja menjadi Compliance Officer tanpa law background atau qualification yang serupa itu? Anyway, malam itu gue & deddy nga bisa tidur deh mikirin hal ini terus.
Bersambung….