Natal Caulfield
Capek…capek….capek…..! Dari acara Uthe kemarin, di lanjutkan dengan acara Natal di Caulfield. Yang buat lebih capek, ternyata susah banget atur manusia2 yang sulit di atur…

Dengan persiapan yang serba dadakan, memang kalau Tuhan yang punya acara Natal ini, apapun yang terjadi semua berjalan dengan baik.



Dekorasi Natal di Caulfield cantik sekali, nuansanya salju putih mengelilingi kandang domba di langit yang biru. Yang punya ide dekorasi ini adalah Meilda, Aldi & Ferry. What a talented group!

Peserta koor Caulfied ada sekitar 32 orang, sedangkan seragam baju koor kita hanya ada 30, itupun banyak yang rusak! Untung saja gereja Brunswick punya seragam koor yang warnanya mirip kita, jadi kita pinjam deh seragam tambahan.

Acara lagu2 yang di bawa oleh anak sekolah minggu lucu banget deh. BJ (anak dari Pdt. Jonathan), nyanyi dengan super serius banget….tapi memang begitu kali ya kalau anak2 di suruh nyanyi mereka semua nya langsung tegang.

Yang sangat di sayangkan, pada saat acara berita Natal yang sudah susah2 di edit oleh Meilda, ternyata yang terputar oleh Bram hanya separuh…waduh saying banget ya. Untung saja setengah yang di tampilkan itu lucu semua, jadi orang2 juga pada tertawa. Thanks banget untuk kerja kerja Meilda yang sudah edit video ini sampai tengah malam (atau tengah pagi?)

Sewaktu kita koor Silent Night, gue lihat semua peserta koor pada kepanasan dengan lilin yang tetap di nyalakan. Kasihan deh, panas2 pakai jubah terus pegang lilin terus… Para soloists juga nga ada yang salah nyanyi, semuanya lancar, dank ita semua berterima kasih banget kepada Eric Siregar dan Wan Ie yang sudah melatih kita koor. Kalau tidak ada mereka berdua, nga tahu deh gimana berantakannya koor kita.

Begitu acara sudah mau berakhir, gue sempat tegang juga nih, kata sambutan dari ketua panitia nanti gue harus ngomong apa ya? Aduh…gue tampil apa adanya aja deh… Gue bicara singkat supaya orang nga bosen, dan berikutnya gue kasih waktu kepada Bapak Wahid Supriyadi, Konsulat Jenderal RI di Victora & Tasmania untuk memberikan kata sambutan. Tuch kan benar, untung aja gue ngomong nya sebentar, ternyata pak Wahid agak2 lama juga kasih speech nya.

Sesudah acara kebaktian, Sandra buat gue jantungan banget! Makanan untuk di hall kurang! eeeerrrrrggggg!!!! Kok bisa kurang sih? Ternyata makanan nya dimasak extra lagi dan sudah mau tiba di gereja sebentra lagi....wuuiiiihhhh. Oh iya, untuk Tante Celly and Sandra yang sudah bantu2 di hall, thanks to both of you!

Kali ini di hall tidak ada musik. Percuma sih, orang2 sambil makan pasti sambil ngobrol2 di luar dan dimana-mana. Memang bakalan wasted banget kalau sudah latihan nyanyi tapi nga ada yang nonton di hall.

Seperti biasanya, sesudah acara selesai, warga caulfield tidak pernah lupa untuk foto2 bareng. Ini lah wajah2 warga Caulfield beserta panitia2nya. Terima kasih banget kepada kerja keras seluruh panitia dan warga caulfield, semoga next time kita bisa buat yang jauh lebih baik lagi.

On behalf of panitia natal CIUC, Muti juga mau mengucapkan terima kasih untuk nama2 berikut ini yang sudah dengan relanya membantu CIUC:
1. Michael - pemain bass
2. Justine - pemain keyboard
3. Linda Olsen - koor
4. Martha Hutapea & Melanie - soloists
5. Dan lain2 yang sulit di sebutkan satu persatu.

Mutiara Gultom


FOTO-FOTO DAN ARTIKEL NATAL CIUC DAPAT JUGA DI LIHAT DI: http://www.indoau.com/news/story_events/ciucchristmas


tiny fingers

Dreamt on Sunday, December 04, 2005; Sunday, December 04, 2005
The writer..
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

say here..


beyond..


Melbourne

Sightseer

credits..
Layout: Blurrz
Resources: Pootato; Portfelia